“Arsip, siapapun diantara kita pasti memiliki urusan dengannya. Mungkin arsip yang berhubungan dengan pekerjaan atau profesi masing-masing. Arsip yang berhubungan dengan hobbi, berhubungan dengan ikatan keluarga, dengan ikatan pertemanan, dengan organisasi/kelompok, dengan perusahaan hingga arsip yang berhubungan dengan urusan perpanjangan KTP.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan arsip adalah dokumen tertulis yang mempunyai nilai historis, disimpan dan dipelihara di tempat khusus untuk referensi. Tiga kata penting dalam pengertian tersebut: dokumen, historis dan referensi rasanya cukup menjelaskan mengapa dan untuk apa kita semua melakukan pengarsipan…..dst
Apakah Seni Rupa Arsip?
Istilah ini saya pakai untuk mewadahi kecenderungan praktek kerja artistik saya beberapa tahun belakangan ini yang sering berurusan dengan ihwal pengarsipan. Rasanya telah lebih dari 5 tahun saya tertarik membuat dan mengumpulkan dokumen-dokumen dari suatu objek, peristiwa dan situasi tertentu yang menarik sebagai bahan referensi untuk kemudian saya olah kembali menjadi bentuk dokumen baru yaitu “dokumen seni rupa”. Salah satu wujud dari penerapan praktek kerja artistik semacam itu adalah apa yang menjadi materi pameran kali ini.
Dengan demikian Seni Rupa Arsip yang saya maksudkan disini adalah karya seni rupa yang materinya bahan-bahan arsip, atau pengertian ini silahkan dibaca terbalik sebagai arsip yang ditampilkan dalam bentuk seni rupa…..dst
Tentang karya:
Karya utama pameran ini adalah panel-panel lukisan berjumlah 21 buah yang saya kerjakan sejak tahun 2006 sampai menjelang pameran 2009 ini.
Awalnya saya membuat karya ini sebagai kegiatan mengingat kepingan-kepingan proses kreatif diri saya sendiri yang tidak lepas dari interaksi dengan individu dan komunitas. Salah satu yang cukup berkesan adalah masa rentang tahun 2003-2005 saat menjadi anggota/pengurus Rumah Seni Muara-sebuah art space yang pernah ada dan menempati sebuah rumah tua di bilangan Sewon, Bantul, DIY…..dst
Kegiatan menggali memori sambil mengasah teknik melukis potret yang sebenarnya cukup saya sukai selama ini ternyata menjadi keasikan tersendiri. Dimulai dari satu-dua potret sebagai coba-coba karena saya agak kurang yakin akan kembalinya kemampuan melukis saya pada waktu itu ternyata berlanjut ke potret-potret selanjutnya hingga mencapai 21 buah.
Ke 21 panel lukisan ini adalah “arsip profil” teman-teman/saudara saya eks anggota Rumah Seni Muara-yang tetap tercatat sebagai anggota sampai organisasi ini bubar atau membubarkan diri atau secara resmi tidak membuat kegiatan lagi sejak pertengahan 2005…..dst”
(kutipan dari Artist statement pameran ini)























Komentar Terakhir