Pameran “ANTI TEROR”

ANTI TEROR

Catatan Pengantar Pameran

Dar Der Dor,… para teroris meneror.

Was Wis Wus,… para pesulap meneror.

Wes Ewes Ewes “DUG!”,… para spekulan meneror.

Sim Salabim “BOOM!”,… harga lukisan meneror.

Josojos Ojos “JOS!”,.. para pelaku pasar, bergerak menerobos jalur bos, seperti teror.

Josojos Ojos, Sim Salabim, Wes Ewes Ewes, Was Wis Wus, Dig Gedag Gedig DOR! Banjir informasi menggedor otak-atik otak seperti TEROR.

Maka,… Pameran Anti-Teror pun digelar. Sebagai respon reflektif atas berbagai fenomena dan peristiwa aktual di lingkungan sekitarnya, yang lalu menggedor pamor, dengan berbagai produk kreativitas apa saja, di dunia seni rupa.

Maka,… Lahirlah rupa apa saja, bentukan visual aneka warna, berbagai proses sedemikian rupa yang berRUPA-RUPA, dan lain sebagainya.

Semua itu menggedor ruang imajinasi kita. Baik selaku perupa, maupun sebagai penikmat karya apa saja, hasil olahan kreativitas manusia.

Teror Teror Teror, dan Teror lagi. Kami muak dengan Teror.

Maka,… kami pilih Anti Teror!

Lagi-lagi, Teror lagi.

Maka,… kami pilih Anti Teror lagi.

Demikian seterusnya,… Teror dan Anti Teror terus terjadi. Berproses silih berganti, menuju Sintesa Inti. Seperti pada pameran kita kali ini.

Maka,… Silahkan lihat dan nikmati! Ekspresi visual murni, penyejuk hati. Meski sekilas tampak sangar dan nggegirisi.

Tak apa,… semua proses mesti dilewati.

Dilalui dengan sepenuh hati.

Hingga tuntas dan berARTI.

Widjana Anoraga, Jogja, Oktober 2009

ARTIST:

Andi Hartana, Bagus Pramutya, Dedeo Wahyu Widayat, Ivan Yulianto, Nunung Riyanto, Sumartono, Teguh Margono, Tommy Tanggara, Yuli Kodo, Yuliyanto.

ART WORKS: